Biak Routable Map for Garmin

garmin logo Berawal dari “ketakutan” yang tidak jelas, nyasar di laut (bayangkan saja, Pak Jhon, sang kepala Puskesmas Pasi, pernah terdampar di laut selama 10 hari karena motor perahunya mati, cerita orang-orang sih, dia sampai di Filipina setelah 10 hari itu), akhirnya saya beli Garmin GPS reciever. Alasan lain, pernah, saya ikut kapal SAR Biak yang kebetulan singgah di dermaga Pulau Wundi dalam rangka pencarian seorang nelayan yang hilang (belakangan nelayan itu diketahui ada di Pulau Owi), dan berlayarlah saya ikut operasi pencarian nelayan hilang itu. Waduh, kapok. Ombak Samudera Pasifik benar-benar bikin mabok. Saya duduk bersila sambil memegangi tiang kapal di dek dengan ketinggian sekitar 4-5 meter, dan ombak-ombak itu lewat di atas kepala saya.. Ampuunn..

Tidak jelas, karena kalau dihitung-hitung, Pulau Wundi tidak terlalu jauh dari Pulau Biak. Dan Wundi bukanlah Pulau terluar. Masih banyak pulau-pulau lain yang ada di sekitarnya. Gampang kalau mau cari patokan buat navigasi celeng. Tapi itu kalau mata masih bisa liat. Kalau kabut, atau hujan deras, atau malam hari di bulan gelap, sepertinya sulit buat navigasi. Jadi sesungguhnya, butuh apa tidak sih? Sesungguhnya, relatif. Kalaupun situasi, cuaca, dan kondisi kita tidak siap, siapa juga yang berani melaut?

Ada sih, GPS bluetooh saya, yang kompatibel dengan kedua gadget saya, Nokia E61 dan Audiovox 6600. Tapi, Nokia E61 saya hanya terisi Nokia Maps dan Google Maps. Keduanya butuh sinyal GPRS, karena sambil locate position, dia download citra satelit/map lewat GPRS. Jago dah kalo bisa dapet sinyal di laut.. Belakangan, saya baru tau ada aplikasi Garmin XT buat Symbian (sebelumnya saya hanya tau Garmin Que, yang cuma bisa buat Windows Mobile). Kalau pake garmin, petanya sudah disimpan sebelumnya, jadi tidak menggunakan GPRS untuk download lagi. Audiovox saya, yang bersistem operasi WM 2003 se, sebenarnya lebih mumpuni, ada Garmin Que, Nusa Map, dan satu lagi apa ya (lupa..). Nusa Map juga mapnya udah ada, jadi sama sekali gak perlu GPRS, malah lebih keren menurut saya, karena ada fitur penunjuk arah kiblat. Sayangnya, baterei PDAnya udah busuk. Begitu sampai di Biak, saat makan siang di hari pertama, tiba-tiba do’i mati, dan ke-hard reset (karena baterei cadangannya drop juga, informasi instalasi di PDA itu ikut hilang). Hilanglah semua aplikasi GPS, Skyscape, dan game-game. Sialnya, lupa back-up sebelumnya. Mau minta tolong Mama buat ngirim cd instalasinya, bikin repot aja. Dan, yang terutama, semuanya tidak waterproof maupun water resist.

colorado So, muncullah kebulatan tekad untuk membeli GPS reciever yang water resist dan waterproof. Niat awalnya sih beli Garmin GPSmap 76 csx. Tapi iming-iming penjualnya dan foto-foto review di web bikin ngiler. Hasil akhirnya, Garmin Colorado 300i (tambahan i di belakang, cuma nambah fitur bahasa Indonesia). Kecewa deh pas nyalain pertama. Map yang dikasih penjualnya, ternyata sama sekali gak mumpuni buat Biak. Biak hanya Pulau yang posisinya bergeser beberapa kilo. Apalagi Wundi, gak ada. Lebih kecewa lagi pas search di internet. Gak ada yang gratisan. Ada yang jual peta Papua di otomasi.com, tapi jadi ragu juga dengan kelengkapannya.

Ngiler dengan Bluechart, tapi di otomasi.com bisa sampai 850 ribu rupiah begitu.. Itu pun cuma dikasih unlock code sama link download. Becanda apa? Mau download darimane di Biak cuy? Ada yang lebih murah di apobae.com, tapi prosedurnya sama aja. Si Kokoh Yeyen sama Iwing juga gak jelas gitu, minta diburningin dan dikirimin cd mapnya aja susahnya minta ampun. Ya sudah, pake cara curang. Cara curang juga sama sulitnya ternyata. Download torrent buat garmin bluechart pacific lengkap dengan “jamu”nya ternyata makan waktu 2 minggu lebih. Baru 2 hari yang lalu selesai.

148Untuk laut, masalah selesai. Untuk routable di darat, sepertinya tidak ada cara lain selain buat sendiri. Akhirnya ikutan mapdevelopernya navigasi.net. Sambil mengumpulkan semua resource, bisa juga buat awal. Citra google maps diambil cachenya, terus dibuka pake gpsmapedit, tinggal ngegambar jalan, buat titik-titik lokasi (POI=point of interest) dan poligon area di atas citra satelit tadi. Mirip pelajaran SD lah, gambarnya udah ada, kita tinggal coret-coret di atasnya. Sentuhan akhirnya, dikasih routing, jadi jalan yang tadi udah digambar bisa routing, alias nyari jalan yang paling cepat atau paling pendek (tergantung pilihannya), ke tempat tujuan kita. Dicompile pake cgpsmapper, jadi deh peta garmin dengan format *.img.

Jadi, dijamin, kalo mau peta Biak Routable gratisan buat Garmin GPS baik recievernya, maupun aplikasi di symbian atau PPC macam Garmin Mobile XT atau Garmin Que, cuma ada di navigasi.net deh. Buatan aye (promosi Brur) untuk bagian Biaknya, tapi berhubung ini kerjaan keroyokan orang banyak untuk se-Indonesia, kelihatannya hasil kerja saya gak ada apa-apanya deh dibanding master-master mapdeveloper di sana. Tapi belum launching. Nanti, tunggu tanggal 17 Agustus 2008.

Yang masih bikin penasaran adalah menampilkan gambaran 3D di Colorado ini. Sebenarnya, Garmin Colorado mempunyai fitur 3D view, yang memungkinkan kita melihat suatu lokasi lengkap dengan informasi elevasinya dalam bentuk 3D, jadi beda dengan informasi elevasi dalam peta topografi, konturnya itu benar-benar terlihat naik turunnya. Informasi elevasi ini sebenarnya sudah ada di basemapnya, tapi minim sekali, sehingga tidak memungkinkan kalo dilihat dengan 3D view. Udah ada sih informasi DEM (digital elevation model) buat Biak, tapi, gimana ya caranya mengubah data DEM itu jadi informasi elevasi dalam format *.img? Hmmm…

6 thoughts on “Biak Routable Map for Garmin”

  1. Errornya seperti apa ya Bos? Bisa lebih dijelaskan. Kalo error waktu compile, biasanya dikasih tau jenis errornya dan letaknya. Kalo udah tau, file .mp itu bisa dibuka pake text editor macam notepad (tapi bagusnya, pake notepad ++ yang lebih banyak fiturnya), dan diperbaiki.

  2. thanks boss, udah ketemu errornya, element gak boleh 0, ada cara ambil chache utk google map giman boss? di biak dimana boss, saya dulu di sebelah kantor lurah yg deoan telkom, tengkyu

  3. Mandiri. Deket PLTD..Kantor lurah deket telkom, kantor lurah mandala kan ya?kalo saya download cache GM, selain dari link yg dikasih bos Buyung, juga pake googleMV..

  4. pak, kalau ambil cachenya google maps gimana ya caranya? kalau dari google earth trus ambil cache trus kalibarasi gak ada masalah. Cuman, pengen banget ambil cachenya google maps

  5. Wah malah bagus kalo udah bisa ambil google earth. Setahu saya, google earth lebih detil, minimal updatenya lebih dulu dari google maps.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s