Pulau Wundi, di suatu sore, seperti biasa

P7230203

Saat matahari dicuri oleh senja, cobalah rebah di pasir dan rasakanlah hempasan riak-riak kecil yang menyentuh kakimu, lalu dengarkanlah seruan ombak yang aku kirimkan.

Nyanyikanlah dengan nafasmu: suara camar, siulan angin, jeritan karang dan amarah ombak yang bergelombang, sampai kau tersadar dan paham akan kerinduanku.

Kini, negeriku adalah harapan dan doa, seruan-seruan hatiku yang memohon pada-Nya agar membawamu kembali padaku, untuk kita bisa merajut lagi hari di atas janji suci.

[Pulau Wundi, di suatu sore, seperti biasa]

4 thoughts on “Pulau Wundi, di suatu sore, seperti biasa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s