Mengapa ASI eksklusif harus 6 bulan?

Perdebatan panjang tentang waktu yang optimal untuk ASI eksklusif menimbulkan masalah di negara berkembang. Keuntungan berupa efek perlindungan ASI eksklusif dengan permasalahan berupa penyakit infeksi dan (secara teori) susu ibu yang tidak mencukupi nutrisi bayi karena kurangnya gizi ibu.

Gangguan pertumbuhan bayi setelah usia 3 bulan adalah fenomena yang sering ditemui di negara berkembang. Biasanya, gangguan ini dianggap dipengaruhi oleh tiga faktor:

1. Asupan energi yang tidak mencukupi dari hanya susu ibu saja setelah 3 atau 4 bulan.

2. Kualitas gizi yang buruk (kandungan mikronutrien dan enrgi yang sedikit) pada makanan di negara berkembang.

3. Efek samping dari penyakit infeksi yang diderita ibu dan bayi akan menyebabkan penggunaan energi yang lebih banyak juga.

Sebuah penelitian di India melaporkan adanya kenaikan risiko kematian bayi yang berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif >3 bulan, tetapi fenomena ini sebenarnya dapat disanggah dengan tiga alasan:

1. Penyebab penyakit lain (penyakit yang sebelumnya sudah ada).

2. Bias seleksi (kesalahan pemilihan sampel, dimana bayi yang meninggal sebelumnya tidak diikutkan).

3. Faktor perancu (confounding) lain yang tidak dikendalikan.

Walaupun gangguan pertumbuhan jarang ditemukan di negara maju, ternyata sebuah penelitian menyebutkan bahwa di A.S., Kanada dan Eropa, bayi yang diberikan ASI eksklusif menunjukkan deselerasi (perlambatan) pertumbuhan berat dan panjang badan secara relatif terhadap kurva WHO/NCHS sekitar 3 hingga 12 bulan, dengan partial catch-up (kejar tumbuh) pada tahun kedua. Tidak ditemukan juga adanya perbedaan pertumbuhan antara bayi di negara berkembang dengan bayi di negara maju yang diberikan ASI eksklusif.

Permasalahannya adalah kurva WHO/NCHS dibuat puluhan tahun yang lalu berdasarkan pengukuran terhadap bayi yang diberikan susu botol. Saat ini sedang diteliti lagi dan dikembangkan standard kurva pertumbuhan yang lebih sesuai dengan rekomendasi ASI eksklusif.

Semua penelitian yang menimbulkan perdebatan di atas, hingga saat ini hanya berdasarkan pada observasi atau pengamatan semata yang memiliki banyak bias potensial. Sebuah penelitian di Honduras mencoba melakukan eksperimen atau memberikan intervensi. Tetapi karena jumlah sampel yang terlalu sedikit, hasil penelitiannya kurang dapat diterima.

Bayi yang diberikan ASI eksklusif terbukti mengalami infeksi saluran pencernaan lebih sedikit dibandingkan bayi yang mulai dicampur pemberian ASInya dengan makanan/minuman lain saat usia 3 atau 4 bulan.

Selain itu, ibu yang memberikan ASI eksklusif mengalami apa yang disebut prolonged lactational amenorrhea, atau penundaan siklus menstruasi akibat menyusui. Kondisi ini dapat dijadikan alat kontrasepsi alami yang baik.

Berdasarkan tinjauan sistematik berbagai literatur ilmiah tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyimpulkan bahwa menyusui secara aksklusif yang didefinisikan sebagai memberikan air susu ibu (ASI) tanpa tambahan lain termasuk makanan atau cairan hingga usia 6 bulan memberikan banyak keuntungan bagi ibu dan bayinya.

Sumber di sini

2 thoughts on “Mengapa ASI eksklusif harus 6 bulan?”

  1. growth chart bayi asi dr who scr resmi sudah ada belum ya skrg?
    saya baru menemukannya scr online di slh 1 web soalnya disitu tertulis WHO charts which became available in the US on April 27, 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s