Apa saja dampak abu vulkanik terhadap kesehatan?

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain dampak terhadap pernapasan, penyakit mata, iritasi kulit dan dampak tidak langsung akibat abu vulkanik.

Dampak terhadap pernapasan

Pada beberapa letusan vulkanik, partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru-paru ketika kita bernapas. Apabila paparan terhadap abu cukup tinggi, maka orang yang sehatpun akan mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dan iritasi. Beberapa tanda-tanda penyakit pernapasan akut (jangka waktu pendek) akibat abu vulkanik:

  • Iritasi hidung dan pilek
  • Iritasi dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering
  • Untuk penderita penyakit pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan penyakit menjadi serius seperti tanda-tanda bronkitis akut selama beberapa hari (seperti: batuk kering, produksi dahak berlebih, mengi dan sesak napas)
  • Iritasi saluran pernapasan bagi penderita asma atau bronkitis; keluhan umum dari penderita asma antara lain sesak nafas, mengi dan batuk
  • Ketidaknyamanan saat bernapas

Dalam beberapa kasus, paparan jangka panjang terhadap abu vulkanik halus dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius. Dalam hal ini, abu vulkanik harus berukuran sangat halus serta mengandung silika kristal (untuk penyakit silikosis) dan orang-orang tersebut terkena abu dalam konsentrasi tinggi selama bertahun-tahun. Paparan terhadap silika kristal dalam abu vulkanik biasanya dalam jangka waktu yang pendek (beberapa hari hingga minggu). Studi juga menunjukkan bahwa batas paparan yang direkomendasikan (sama di beberapa negara) dapat terlampaui untuk jangka waktu yang singkat bagi penduduk secara umum.

Para penderita asma atau masalah paru-paru lainnya seperti bronkitis dan emfisema, dan gangguan jantung parah adalah mereka yang paling berisiko.

Mengapa penderita penyakit paru-paru kronis merupakan mereka yang paling rentan?

Partikel abu yang sangat halus dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan kontraksi sehingga mempersulit pernapasan, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki permasalahan paru-paru. Abu halus juga menyebabkan lapisan saluran pernapasan menghasilkan lebih banyak sekresi yang dapat membuat orang batuk dan bernapas lebih berat. Penderita asma, khususnya anak-anak, dapat menderita serangan batuk, sesak dada dan mengi. Beberapa orang yang tidak pernah menderita asma dapat mengalami gejala seperti asma setelah hujan abu, khususnya jika mereka yang terlalu lama melakukan kegiatan di luar ruangan.

Faktor apa saja yang mempengaruhi gejala permasalahan pernapasan?

Perkembangan gejala permasalahan pernapasan akibat menghirup abu vulkanik tergantung pada sejumlah faktor, antara lain: konsentrasi partikel di udara, proporsi partikel halus dalam abu, frekuensi dan lama pemaparan, kehadiran silika kristal dan gas vulkanik atau aerosol yang tercampur dengan abu, serta kondisi meteorologi. Kondisi awal kesehatan dan penggunaan peralatan pelindung pernafasan juga akan mempengaruhi gejala yang dialami.

Penyakit mata

Iritasi mata merupakan dampak kesehatan umum  yang  sering dijumpai. Hal  ini  terjadi
karena butiran‐butiran abu yang tajam dapat merusak kornea mata dan membuat mata
menjadi merah. Pengguna lensa kontak diharapkan menyadari hal ini dan melepas lensa
kontak mereka untuk mencegah terjadinya abrasi kornea.
Tanda‐tanda umum antara lain:
a.  Merasakan seolah‐olah ada partikel yang masuk ke mata
b.  Mata menjadi sakit, perih, gatal atau kemerahan
c.  Mengeluarkan air mata dan lengket
d.  Kornea lecet atau tergores
e.  Mata merah  akut  atau  pembengkakan  kantong mata  sekitar  bola mata  karena
adanya  abu,  yang  mengarah  pada  memerahnya  mata,  mata  terbakar  dan
menjadi sangat sensitif terhadap cahaya.

Iritasi kulit

Meskipun  jarang  ditemukan,  abu  vulkanik  dapat  menyebabkan  iritasi  kulit  untuk
sebagian orang, terutama ketika abu vulkanik tersebut bersifat asam.
Tanda‐tandanya antara lain:
a.  Iritasi dan memerahnya kulit
b.  Infeksi sekunder akibat garukan

Dampak tidak langsung akibat abu vulkanik

Selain risiko kesehatan  jangka pendek dan  jangka panjang, dampak  tidak  langsung dari
hujan abu besar  juga harus dipertimbangkan. Hal  ini  terutama  timbul dari konsekuensi
sekunder hujan misalnya:

Dampak terhadap jalan
Berkurangnya  jarak  pandang  akibat  abu  vulkanik  dapat  menyebabkan
kecelakaan. Bahaya ini diperparah oleh jalan yang ditutupi oleh abu. Tidak hanya
marka jalan yang tertutup oeh abu vulkanik, namun jalanan menjadi sangat licin
baik oleh  abu basah maupun  licin. Akibatnya, pasokan bahan  kebutuhan dasar
masyarakat dapat terhambat.

Dampak terhadap ketersediaan sumberdaya listrik
Hujan  abu  dapat  menyebabkan  pemadaman  listrik. Hal  ini  mungkin  memiliki
implikasi  bagi  kesehatan  karena  kurangnya  pemanasan  atau  persyaratan
infrastruktur  lain  yang  bergantung  pada  listrik. Abu  basah  memiliki  sifat  yang
konduktif,  sehingga  sangat  penting  memastikan  pembersihan  alat‐alat  listrik
harus  diawali  dengan  memutus  aliran  listrik  sebagai  prosedur  operasi  yang
aman.

Dampak terhadap ketersediaan air bersih
Hujan  abu  dapat  mengakibatkan  terkontaminasinya  air  bersih,  penyumbatan
saluran air,  serta kerusakan peralatan penyedia air bersih. Pasokan air  terbuka
seperti tangki air di rumah‐rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja
abu  yang  masuk  ke  dalam  tandon  air  dapat  mengakibatkan  permasalahan
kelayakan  air minum. Meskipun  risiko  racun  rendah,  pH  dapat  dikurangi  atau
disisi  lain klorinasi terhambat. Selama dan setelah hujan abu, ada kemungkinan
kekurangan air yang diakibatkan oleh kebutuhan air ekstra untuk bersih‐bersih.

Dampak terhadap sanitasi
Tidak beroperasinya sistem sanitasi dapat menyebabkan peningkatan penyakit di
wilayah yang terkena hujan abu.

Resiko atap runtuh

  1. Atap  bisa  runtuh  karena  beban  berat  dari  abu.  Hal  ini  dapat  berakibat
    menyebabkan orang terluka bahkan meninggal bagi mereka yang tertimpa.
  2. Bahaya  atap  runtuh  ketika  sedang  membersihkan  atap  dari  abu  vulkanik
    akibat  tambahan  beban  berat  seseorang  di  atas  atap  yang  sudah  tidak
    mampu lagi menahan beban tambahan.
  3. Pada  beberapa  letusan,  beberapa  orang meninggal  setelah  jatuh  dari  atap
    rumah mereka saat membersihkan abu.

Kesehatan hewan
Jika  abu  terlapis  dalam  asam  fluorida,  abu  bisa  sangat  beracun  untuk  hewan
ternak jika mereka memakan rumput yang tertutup abu dan tanah.

Referensi

BAHAYA ABU VULKANIK TERHADAP KESEHATAN Pedoman untuk Umum. International Volcanic Health Hazard Network  (IVHHN), Cities  on  Volcanoes  commission  (IAVCEI),  GNS  Science,  dan  United  States  Geological  Survey (USGS).

Peta Merapi:

Peta zonasi bahaya gunungapi Merapi radius 20 km

Peta zonasi ancaman banjir lahar dingin

Peta GunungApi Merapi

Persiapan mencegah gangguan kesehatan dari abu vulkanik:

Apakah abu vulkanik itu?

Apa saja dampak abu vulkanik terhadap kesehatan?

Apa yang harus dilakukan saat terjadi hujan abu vulkanik

Langkah‐langkah yang harus dilakukan untuk persiapan hujan abu vulkanik

Hal‐hal yang harus dipersiapkan sebelum hujan abu vulkanik

Masker seperti apa yang sebaiknya dipakai untuk debu vulkanik?

Membersihkan abu vulkanik

Apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari abu vulkanik?

2 thoughts on “Apa saja dampak abu vulkanik terhadap kesehatan?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s