Apakah abu vulkanik itu?

Abu vulkanik terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi (kurang dari
2 mm  diameter).  Apabila masih  dekat  gunungapi  abu  vulkanik  tersebut masih  panas,
namun  seiring  bertambahnya  jarak  dengan  gunungapi,  abu  tersebut  akan  bersifat
dingin. Abu  vulkanik  terbentuk  selama  ledakan  gunung  berapi,  dari  longsoran  batu
panas yang mengalir di  sisi gunung berapi, atau dari  semprotan  lava pijar. Bentuk dan
sifat  abu  vulkanik  berbeda‐beda  tergantung  pada  jenis  dan  bentuk  letusan  gunung
berapi.  Warna abu vulkanik dari abu‐abu terang hingga hitam, sedangkan untuk ukuran
juga  bervariasi mulai  dari  yang  seperti  grit  hingga  sehalus  bedak. Abu  vulkanik  dapat
menghalangi  sinar matahari, mengurangi  jarak  pandang  dan  terkadang menyebabkan
gelap gulita pada siang hari.

Letusan  juga  dapat menimbulkan  guntur  dan  kilat  dari  gesekan  antara  partikel  yang
dapat  dilokalisasi  berada  di  atas  gunungapi  atau  seiring  dengan  pergerakan  abu  yang
diakibatkan oleh angin.

Endapan  abu  dalam  jumlah  yang  besar  dapat  menyatu  dengan  tanah  dan  akhirnya
menjadi lapisan tanah atas dari daerah vulkanik. Endapan inilah yang nantinya membuat
tanah di  sekitar gunungapi menjadi  sangat  subur. Dampak positif dari abu vulkanik  ini
kadang  menyebabkan  dampak  negatif  dari  letusan  vulkanik  tidak  dihiraukan  lagi,
sehingga  di  daerah  vulkanik  yang  subur  tidak  jarang  merupakan  daerah  dengan
kepadatan penduduk yang sangat tinggi.

Abu  vulkanik  yang  baru  saja  jatuh  memiliki  kandungan  lapisan  asam  yang  dapat
menyebabkan  iritasi pada paru‐paru dan mata. Lapisan asam akan mudah  tercuci oleh
air  hujan,  sehingga  dapat mencemari  persediaan  air  setempat.  Abu  asam  juga  dapat
merusak tanaman, hal ini mengakibatkan kegagalan panen.

Secara  umum,  abu  vulkanik  menyebabkan  masalah  kesehatan  yang  relatif  sedikit,
namun  lebih banyak menghasilkan kecemasan. Orang‐orang dapat menjadi  lebih  takut
terhadap  bahaya  abu  dan  gas  vulkanik  terhadap  kesehatan  daripada  risiko  kematian
akibat bahaya primer  letusan gunungapi  seperti aliran piroklastik. Meskipun demikian,
hujan abu dapat mempengaruhi wilayah yang sangat  luas di sekitar gunung berapi dan
dapat menyebabkan gangguan besar untuk hidup normal.

Layanan  medis  dapat  memperkirakan  bahwa  peningkatan  jumlah  pasien  dengan
keluhan  sakit pernapasan dan mata  terjadi pada  saat dan  setelah peristiwa hujan abu.

Referensi

BAHAYA ABU VULKANIK TERHADAP KESEHATAN Pedoman untuk Umum. International Volcanic Health Hazard Network  (IVHHN), Cities  on  Volcanoes  commission  (IAVCEI),  GNS  Science,  dan  United  States  Geological  Survey (USGS).

Peta Merapi:

Peta zonasi bahaya gunungapi Merapi radius 20 km

Peta zonasi ancaman banjir lahar dingin

Peta GunungApi Merapi

Persiapan mencegah gangguan kesehatan dari abu vulkanik:

Apakah abu vulkanik itu?

Apa saja dampak abu vulkanik terhadap kesehatan?

Apa yang harus dilakukan saat terjadi hujan abu vulkanik

Langkah‐langkah yang harus dilakukan untuk persiapan hujan abu vulkanik

Hal‐hal yang harus dipersiapkan sebelum hujan abu vulkanik

Masker seperti apa yang sebaiknya dipakai untuk debu vulkanik?

Membersihkan abu vulkanik

Apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari abu vulkanik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s