Membersihkan abu vulkanik

Mengapa penting membersihkan abu vulkanik?

Abu vulkanik merupakan gangguan yang besar karena dapat masuk ke seluruh bagian rumah dan kantor, termasuk di dalamnya peralatan elektronik seperti televisi, komputer, kamera dan peralatan mahal lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan tidak dapat diperbaiki. Abu vulkanik berbeda dari debu biasa. Sudut struktur kristal memungkinkannya untuk menggores dan mengelupas permukaan ketika kita menghilangkannya dengan dengan kain atau sikat.

Jika terjadi hujan, endapan abu vulkanik menjadi basah sehingga membuat udara menjadi kurang terkontaminasi. Namun, jika kering/tidak ada hujan, abu dapat dengan mudah terhempas oleh angin maupun kendaraan yang lewat. Hal tersebut mengakibatkan jumlah abu yang terdapat di udara jauh lebih tinggi dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Secara alami, hujan dan angin dapat secara efektif menghapus abu. Dalam jangka waktu lama, rumput dan tanaman lain dapat mengurangi bahaya abu vulkanik di dalam tanah. Akan tetapi, ketika abu tersebut dalam jumlah yang besar, maka proses alami dari rumput dan tanaman akan berjalan terlalu lambat sehingga abu harus dihapus secara manual dari daerah hunian penduduk. Perlu diketahui juga bahwa angin bisa membawa abu vulkanik di daerah yang pada awalnya bersih. Oleh karena itu abu vulkanik dapat bertahan di lingkungan selama berbulan-bulan atau tahun setelah letusan.

Bagaimana prosedur yang harus dilakukan sebelum membersihkan abu vulkanik

Setiap orang yang melakukan pembersihan abu vulkanik harus memakai masker debu. Dianjurkan juga untuk memakai kacamata daripada lensa kontak, hal ini bertujuan untuk pencegahan terhadap abu sekaligus untuk mencegah iritasi mata. Tumpukan abu halus harus dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan dengan sekop, perlu diingat bahwa pemberian air untuk membasahi abu janganlah berlebihan karena akan mengakibatkan tumpukan abu volkanik runtuh. Jangan menyapu abu kering karena abu dapat menyebar dan bercampur dengan udara, sehingga risiko semakin besar. Pembersihan abu vulkanik harus secara khusus hati-hati pada tangga dan atap. Abu membuat permukaan lebih licin dan banyak orang telah meninggal setelah jatuh dari atap rumah mereka selama pembersihan. Perlu diketahui bahwa abu membuat bobot atap semakin besar, sehingga ketika Anda membersihkan atap, bergeraklah dengan hati-hati. Cara terbaik untuk membersihkan atap adalah sebelum abu terakumulasi menjadi beberapa sentimeter. Jika memungkinkan, gunakan memanfaatkan sabuk pengaman (harness) ketika Anda membersihkan abu di atap.

Membersihkan abu vulkanik: di luar ruangan

Jauhkan abu keluar dari bangunan, mesin, kendaraan, saluran air, persediaan air, dan sistem air limbah sebanyak mungkin. Metode yang paling efektif untuk mencegah kerusakan mesin akibat abu adalah untuk menutup atau menyegel peralatan sampai abu dihilangkan dari lingkungan sekitarnya, meskipun hal ini mungkin tidak dapat dilakukan dalam semua kasus. Membersihkan mengkoordinasikan kegiatan dengan tetangga dan komunitas Anda. Setelah hujan abu, pembersihan abu dari atap harus dilakukan secara terencana, sebelum pembersihan jalan, untuk mencegah pembersihan ulang di jalan-jalan.

Yang harus dilakukan:

  • Pakailah masker sebelum membersihkan. Jika Anda tidak memiliki masker, gunakan kain yang dibasahi. Di lingkungan yang kering, gunakan pelindung mata (kacamata) selama pembersihan.
  • Basahi abu dengan mencipratkan air. Hal ini akan memudahkan dalam pembersihan dan mencegah angin menerbangkan abu.
  • Gunakan sekop untuk membersihkan sebagian besar endapan abu tebal (lebih dari 1 cm). Gunakan sapu untuk membersihkan abu dalam jumlah yang lebih sedikit.
  • Buanglah abu di kantong plastik yang cukup kuat untuk menampung abu atau langsung ke truk jika ada.
  • Berhubung hampir seluruh atap rumah/bangunan tidak akan kuat menyangga abu basah dengan ketebalan 10 cm, maka jagalah dan bersihkanlah atap bangunan dari tumpukan abu yang tebal.
  • Abu vulkanik sangatlah licin. Harap berhati-hati jika Anda memanjat atap bangunan.
  • Talang dan saluran air akan dengan cepat tersumbat jika ada abu vulkanik, maka bersihkan.
  • Potonglah rumput hanya setelah hujan atau gerimis, kemudian masukkan ke dalam kantong sampah.
  • Carilah informasi tentang pembuangan limbah abu vulkanik ke instansi terkait. Sebaiknya sampah abu vulkanik dibedakan dengan sampah normal untuk memudahkan pembuangan akhir sampah. Pencampuran sampah normal dan sampah abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan truk pengangkut sampah.
  • Lembabkan abu di halaman dan jalan-jalan untuk mengurangi suspensi abu. Namun, perlu diingat bahwa pemberian air jangan terlalu banyak. Hematlah air bersih. Koordinasikan penggunaan air dengan instansi terkait untuk pembersihan abu.
  • Bukalah pakaian yang telah dipakai di luar ruangan sebelum memasuki rumah/bangunan.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Abu jangan diberi air terlalu banyak karena akan membentuk massa yang keras sehingga akan lebih sulit untuk dibersihkan. Di atas atap, abu yang bercampur air ini akan memberi beban lebih berat, sehingga dapat menyebabkan runtuhnya atap.
  • Jangan membuang abu di taman atau di pinggir jalan.
  • Jangan mengalirkan abu ke talang, saluran air. Hal ini akan menyumbat saluran tersebut.
  • Jangan berkendara di jalanan yang dipenuhi dengan abu, jika memang tidak diperlukan. Perlu diketahui bahwa abu vulkanik dapat merusak kendaraan bermotor.

Membersihkan abu vulkanik: di dalam ruangan

Secara umum, seluruh permukaan harus disedot (vacummed) untuk menghilangkan sebanyak mungkin abu yang menempel, misal pada karpet, perabotan rumah tangga, peralatan kantor dan lain sebagainya. Penyedot debu (vacuum cleaner) yang mudah dibawa (portabel) dengan sistem pemfilteran tinggi sangatlah dianjurkan untuk digunakan. Tingkat keparahan intrusi abu ke dalam rumah/bangunan tergantung pada pintu, jendela, ventilasi. Diperlukan kontrol terhadap perpindahan abu dari luar ruangan ke dalam ruangan melalui baju dan sepatu. Perawatan juga harus diambil untuk menghidari kontaminasi lebih lanjut selama pengosongan, pembersihan, serta perawatan peralatan vacuum cleaner. Di daerah beriklim panas, dimana jendela selalu terbuka, pembersihan abu diperlukan beberapa kali dalam sehari. Pembersihan di dalam ruangan lebih hanya boleh dilakukan jika pembersihan di luar ruangan sudah selesai.

Yang harus dilakukan:

  • Bersihkanlah rumah Anda ketika area di luar rumah Anda sudah dibersihkan. Diperlukan koordinasi yang baik antara instansi terkait dengan masyarakat.
  • Jangan lupa memakai masker sebelum membersihkan abu. Jika Anda tidak punya masker, gunakan kain yang telah dibasahi.
  • Pastikan ventilasi yang baik dengan membuka semua pintu dan jendela sebelum Anda mulai membersihkan.
  • Hanya gunakan satu pintu masuk untuk menghindari kontaminasi abu pada area yang sudah dibersihkan.
  • Gunakan metode pembersihan efektif, seperti mencuci dengan air dan deterjen. Teknik pembersihan dengan menggunakan kain lembab dan penyedot debu (vacuum cleaner) sangat dianjurkan. Setelah disedot, karpet dan beberapa kain rumah tangga (tirai, dst.) dapat dibersihkan dengan mencucinya menggunakan deterjen. Hindari menggosok berlebihan, karena partikel abu tajam dapat memotong serat tekstil.
  • Kaca, porselen, enamel dan permukaan akrilik dapat tergores jika dihapus terlalu keras. Gunakan kain maupun spons yang telah dibasahi menggunakan air dan deterjen untuk menghilangkan abu dengan cara dioleskan, jangan ditekan.
  • Menggosok abu pada permukaan kayu yang dipelitur (mengkilap) akan membuatnya pudar dan suram. Teknik yang lebih efisien ialah dengan menyedot debu terlebih dahulu, baru kemudian dihapus dengan kain bsah.
  • Kain yang terkena abu harus dibilas dibawah air yang mengalir dan dicuci secara hati-hati.
  • Mencuci pakaian kotor karena abu akan membutuhkan banyak sekali deterjen. Oleh karena itu, cucilah pakaian dalam kuantitas kecil namun gunakan air yang cukup, agar kotoran dapat hilang. Bersihkanlah terlebih dahulu pakaian dari abu yang menempel.

Yang harus dilakukan:

  • Lembabkan terlebih dahulu abu yang menempel pada lantai dan masukkan dalam kantong. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyapuan abu kering.
  • Gunakan kain pel basah untuk membersihkan lantai.
  • Bersihkan computer, TV, radio dan pealatan elektronik dengan menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) atau kompresor. Matikanlah suplai listrik sebelum melakukan perawatan terhadap barang-barang elektronik.
  • Beberapa bulan setelah hujan abu, filter harus diganti sesering mungkin. Perawatan terhadap air conditioner (AC) dan filter harus dilakukan dengan secara terus-menerus. Bersihkanlah kulkas, kompor, terutama pada bagian saluran udara.
  • Usahakan agar anak-anak selalu berada di dalam ruangan dan hindari bermain di ruangan berdebu.
  • Jaga hewan peliharaan tetap di dalam ruangan. Setelah keluar ruangan, bersihkan tubuh hewan peliharaan sebelum memasuki rumah.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Jangan gunakan sikat penyapu lantai untuk membersihkan debu, karena partikel debu dapat melayang lagi ke udara.
  • Jangan membersihkan dengan meniup dengan kompresi udara karena akan membuat abu melayang lagi ke udara.
  • Jangan gunakan fan atau pengering pakaian listrik yang mungkin membuat abu melayang lagi ke udara.

Kendaraan bermotor

  • Jika mungkin, hindari berkendara. Abu berbahaya bagi kendaraan, jalan mungkin menjadi licin dan mengemudi dapat mengakibatkan abu melayang ke udara sehingga menyebabkan jarak pandang terbatas dan mungkin berbahaya atau mengganggu orang lain.
  • Jika mengemudi sangat diperlukan, mengemudilah perlahan-lahan, gunakan lampu dan pastikan cairan pembersih kaca depan cukup. Menggunakan wiper untuk menghilangkan abu kering dapat menggores kaca depan. Dalam hujan abu lebih berat, mengemudi hanya dilaksanakan dalam keadaan darurat. Gunakan botol air dan kain untuk membersihkan kaca depan seperti yang diperlukan. Ini mungkin setiap beberapa puluhan meter.
  • Ganti oli, saringan oli dan saringan udara secara teratur (setiap 50-100 mil (80-160 kms) dalam debu berat; setiap 500 – 1000 mil (800-1600 kms) dalam debu ringan.
  • Jangan mengemudi tanpa filter udara. Jika Anda tidak dapat mengubahnya, membersihkannya dengan meniup udara dari dalam ke luar. Jangan diubah sampai ada penurunan kekuatan mesin, penyaring udara/filter yang kotor lebih efektif daripada yang bersih.
  • Bersihkanlah mobil Anda, mesin, bagian dalam mobil, tempat ban cadangan dan tempat duduk. Perlu diingat, menggosok abu dapat menyebabkan guratan di mobil Anda.
  • Serviskanlah rem roda mobil Anda setiap 50-100 mil (80-160 km) untuk kondisi jalan sangat parah, atau setiap 200-500 mil (320-800 km) untuk kondisi debu yang berat. Rem harus dibersihkan dengan kompresor (800-1600 km).
  • Serviskanlah alternator dengan kompresor setiap 500 sampai 1000 mil, atau setelah terkena debu parah.
  • Bersihkan kendaraan, termasuk radiator, mesin, dan bagian penting lainnya setiap hari, jika perlu, menggunakan air untuk menyiram abu.
  • Cuci kompartemen mesin dengan selang taman atau pembersih uap. Pastikan untuk menutup intake udara dan komponen listrik sebelum dibersihkan.

Referensi

PANDUAN PENCEGAHAN TERHADAP HUJAN ABU VULKANIK: SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH HUJAN ABU. International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), Cities on Volcanoes commission (IAVCEI), GNS Science, dan United States Geological Survey (USGS)

Peta Merapi:

Peta zonasi bahaya gunungapi Merapi radius 20 km

Peta zonasi ancaman banjir lahar dingin

Peta GunungApi Merapi

Persiapan mencegah gangguan kesehatan dari abu vulkanik:

Apakah abu vulkanik itu?

Apa saja dampak abu vulkanik terhadap kesehatan?

Apa yang harus dilakukan saat terjadi hujan abu vulkanik

Langkah‐langkah yang harus dilakukan untuk persiapan hujan abu vulkanik

Hal‐hal yang harus dipersiapkan sebelum hujan abu vulkanik

Masker seperti apa yang sebaiknya dipakai untuk debu vulkanik?

Membersihkan abu vulkanik

Apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari abu vulkanik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s