Standardisasi Penamaan Obyek Peta [navigasi.net]

    DOKUMENTASI PEDOMAN UMUM PENAMAAN OBYEK PETA NAVIGASI.NET

    1. Menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD) berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang bisa diakses di http://kamusbahasaindonesia.org/ atau http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php , termasuk di dalamnya penamaan obyek yang menggunakan nama orang/pahlawan.

    Alasan: Memudahkan pencarian. Pengguna GPS sudah terbiasa menggunakan ejaan baru. Edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat

    Contoh:

    1.1. Masjid, bukan mesjid

    1.2. Wihara, bukan vihara

    1.3. Sudirman, bukan Soedirman

    1.4. Provinsi bukan propinsi, walau media banyak menggunakan kata propinsi

    1.5. Kiai bukan Kyai

    2. Sedapat mungkin mengikuti istilah dan peraturan yang resmi, seperti:

    2.1. Departemen saat ini sudah menjadi Kementerian

    2.2. SMU menjadi SMA

    2.3. SLTP menjadi SMP

    3. Menggunakan frasa D-M (diterangkan-menerangkan) dan bukan M-D (menerangkan-diterangkan).

    contohnya:

    3.1. ATM BCA, bukan BCA, ATM

    3.2. Jenderal Sudirman, dan bukan Sudirman, Jenderal

    3.3. Hotel Elmi bukan Elmi Hotel

    4. Penulisan angka menggunakan angka latin (0,1,2,3 dst), bukan romawi (I, II, III, dst) dan lainnya bila menyatakan suatu urutan/bukan nama.

    Contoh:

    4.1. Jalan Mutiara XX menjadi Mutiara 20

    4.2. EPICENTRUM XXI  tetap ditulis seperti itu karena itu nama bioskop.

    5. Mengabaikan penulisan kata “jalan” pada penamaan obyek jalan dan penulisan alamat. Tetapi tidak pada cabang jalan seperti “Gang”

    Contoh:

    5.1. Jalan Jenderal Sudirman ditulis Jenderal Sudirman

    5.2. Jalan Imam Bonjol ditulis Imam Bonjol

    5.3. Jalan Raya Darmo otomatis menjadi Raya Darmo

    5.4. Jalan Margonda Raya menjadi Margonda Raya

    5.5. Gang Haji tetap ditulis Gang Haji

    5.6. Lr menjadi Lorong

    5.7. Blv menjadi Bulevar

    6. Nama perusahaan pemegang merk, maka penulisannya didahului “nama merk”-“nama perusahaan”.

    Contoh:

    6.1. Suzuki-PT Arindo Gedong Jembar

    7. Penamaan jalur ferry dan kapal roro mengikuti PT ASDP Indonesia Ferry, bisa dilihat di http://www.indonesiaferry.co.id/id/services/route

    8. Penulisan nomer telepon menjadi:

    +KODE NEGARA (KODE AREA) NOMOR TELEPON dengan pembagian 4 huruf dipisah dalam tanda spasi, contoh:

    8.1. +62 (21) 86 5421

    8.2. +62 (251) 123 4567

    9. Penulisan gelar kepahlawanan yang berbeda antar daerah, maka ditulis sesuai nama di daerah itu.

    Misal:

    9.1. Bisa saja ada nama jalan Panglima Besar Jenderal Sudirman, atau Jenderal Sudirman, atau Panglima Sudirman.

    10. Singkatan kata yang digunakan hanyalah singkatan yang sudah dibakukan dalam dokumentasi ini. (lihat di bawah). Akronim yang belum dibakukan dapat tetap dicantumkan dalam tanda kurung. Ini terutama untuk akronim yang tidak populer, atau hanya dikenal oleh sebagian orang. Contoh:

    10.1.Universitas Tugu Muda (Untumu)

    10.2.Universitas Sebelas Maret (UNS)

    10.3.Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo)

    11. Untuk institusi pemerintahan dan pendidikan yang menjadi bagian dari suatu institusi induk, maka institusi induk ditulis di bagian belakangnya cukup dengan akronim. Contoh:

    11.1.FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) UNAIR,

    tetapi POI UNAIR utama di dekat rektorat/gedung utama ditulis s.b.b:

    11.2.UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

    12. Penamaan kantor cabang Bank sbb:

    12.1.BCA KCP [nama tempat] ; KCP = Kantor Cabang Pembantu

    12.2.BCA KCU [nama tempat]; KCU = Kantor Cabang Utama/Umum?

    sedangkan

    12.3.BRI UNIT [nama tempat] ; contoh BRI UNIT PASAR BAWANG PROBOLINGGO

    13. Penulisan secara utuh nama obyek yang bukan singkatan.

    Seperti:

    13.1.Gunung Merapi dan bukan Gn. Merapi

    13.2.Gunung Gede 1 bukan Gng. Gede 1

    13.3.Teluk Bayur dan bukan Tel. Bayur

    13.4.Gang Haji dan bukan Gg. Haji

    14. Tidak mengulang kata yang sudah masuk dalam singkatan kata.

    Contoh:

    14.1.BCA, bukan Bank BCA.

    14.2.BNI, bukan bank BNI.

    14.3.BRI bukan Bank BRI

    15. Tidak menyingkat istilah kepangkatan dan gelar.

    contoh:

    15.1.Jenderal Sudirman, bukan Jend. Sudirman.

    15.2.Dokter Wahidin Sudirohusodo, bukan Dr. Wahidin Sudirohusodo.

    15.3.KIAI HAJI MAS MANSUR bukan MAS MANSUR, KH ATAU KH MAS MANSUR.

    16. Penulisan Instansi Pemerintahan tetap ditulis lengkap selama akronimnya belum dibakukan di dalam dokumentasi ini.

    16.1.Kekhususan berlaku pada Kantor Kelurahan, Desa, Kecamatan, Kanagarian, Distrik, Kabupaten, Kota, ditulis sebagai berikut:

    16.1.1. Kantor Lurah Banyuanyar untuk Kelurahan

    16.1.2. Kantor Desa Mrisen untuk Desa

    16.1.3. Kantor Nagari Lubuk Pandang untuk Kanagarian (setingkat desa/kelurahan di Sumatra Barat)

    16.1.4. Kantor Distrik Padaido untuk Distrik (setingkat kecamatan di Papua)

    16.1.5. Kantor Bupati Pandeglang untuk Kabupaten

    16.1.6. Kantor Walikota Semarang untuk Kota

    17. Dokumentasi ini masih bisa berubah setiap saat dengan mengikuti:

    17.1.Masukan/kritik pengguna. Pada prinsipnya, penyeragaman nama ditujukan untuk memudahkan pengguna.

    17.2.Perkembangan bahasa Indonesia yang dinamis.

    18. Setiap perubahan berlaku jika telah terdokumentasi.

    19. Singkatan yang dibakukan, yaitu:

    19.1.ATM untuk Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine

    19.2.BCA untuk Bank Central Asia

    19.3.BI untuk Bank Indonesia

    19.4.BNI untuk Bank Negara Indonesia

    19.5.BRI untuk Bank Rakyat Indonesia

    19.6.BTN untuk Bank Tabungan Negara

    19.7.DI untuk Daerah Istimewa

    19.8.DKI untuk Daerah Khusus Ibukota

    19.9.DPR untuk Dewan Perwakilan Rakyat

    19.10. DPRD untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

    19.11. KCP untuk Kantor Cabang Pembantu. Khusus digunakan pada kantor cabang BCA.

    Penulisan: BCA KCP [nama tempat]

    19.12. KCU untuk Kantor Cabang Umum/Utama. Khusus digunakan pada kantor cabang BCA. BCA KCU [nama tempat]

    19.13. KPP untuk Kantor Pelayanan Pajak

    19.14. PT untuk Perseroan Terbatas

    19.15. Puskesmas untuk Pusat Kesehatan Masyarakat

    19.16. RM untuk Rumah Makan

    19.17. RS untuk Rumah Sakit

    19.18. SD untuk Sekolah Dasar

    19.19. SH untuk Sarjana Hukum

    19.20. SMA untuk Sekolah Menegah Atas

    19.21. SMK untuk Sekolah Menengah Kejuruan

    19.22. SMP untuk Sekolah Menengah Pertama

    19.23. St. untuk Santa/Saint/Santo tergantung penggunaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s