Pemantauan dan Hasil Pengobatan Tuberkulosis (TB)

Pemantauan kemajuan pengobatan TB

Pemantauan kemajuan hasil pengobatan TB pada orang dewasa dilakukan dengan pemeriksaan ulang dahak secara mikroskopis. Pemeriksaan dahak secara mikroskopis lebih baik dibandingkan dengan pemeriksaan radiologis dalam memantau kemajuan pengobatan. Laju Endap Darah (LED) tidak digunakan untuk memantau pengobatan karena tidak spesifik untuk TB.

Untuk memantau kemajuan pengobatan dilakukan pemeriksaan spesimen sebanyak dua kali (sewaktu-pagi), hasil pemeriksaan dinyatakan negatif bila kedua spesimen tersebut negatif. Bila salah satu atau kedua spesimen positif, maka hasil pemeriksaan ulang dahak tersebut dinyatakan positif.

Tindak lanjut hasil pemeriksaan ulang dahak mikroskopis

Pasien baru BTA positif dengan pengobatan kategori-1:

  • Akhir tahap intensif:
    • Negatif: Tahap lanjutan dimulai.
    • Positif: Dilanjutkan dengan OAT sisipan selama 1 bulan. Jika sesudah sisipan tetap positif, tahap lanjutan tetap diberikan.
  • Sebulan sebelum akhir pengobatan:
    • Negatif: OAT dilanjutkan.
    • Positif: gagal, ganti dengan OAT kategori-2 mulai dari awal.
  • Akhir pengobatan (AP):
    • Negatif dan minimal satu pemeriksaan sebelumnya negatif: sembuh
    • Positif: gagal, ganti dengan OAT kategori-2 mulai dari awal.

Pasien baru BTA negatif dan foto toraks mendukung TB dengan pengobatan kategori-1:

  • Akhir intensif:
    • Negatif: Teruskan pengobatan dengan tahap lanjutan sampat selesai, kemudian pasien dinyatakan pengobatan lengkap.
    • Positif: Ganti dengan kategori-2 mulai dari awal.

Pasien BTA positif dengan pengobatan kategori-2:

  • Akhir intensif:
    • Negatif: Teruskan pengobatan dengan tahap lanjutan.
    • Positif: Beri sisipan selama 1 bulan, jika setelah sisipan masih tetap positif, teruskan pengobatan tahap lanjutan. Jika ada fasilitas, rujuk untuk uji kepekaan obat.
  • Sebulan sebelum akhir pengobatan:
    • Negatif: Lanjutkan pengobatan hingga selesai.
    • Positif: Pengobatan gagal, disebut Kasus kronik, bila mungkin lakukan uji kepekaan obat, bila tidak, rujuk ke unit pelayanan spesialistik.
  • Akhir pengobatan (AP):
    • Negatif: Sembuh
    • Positif: pengobatan gagal, disebut kasus kronik, jika mungkin, lakukan uji kepekaan obat, jika tidak, rujuk ke unit pelayanan spesialistik

Tatalaksana pasien TB yang berobat tidak teratur

Tindakan pada pasien yang putus berobat kurang dari 1 bulan:

  • Lacak pasien
  • Diskusikan dengan pasien untuk mencari penyebab berobat tidak teratur
  • Lanjutkan pengobatan sampai seluruh dosis selesai

Tindakan pada pasien yang putus berobat antara 1-2 bulan:

  • lacak pasien
  • diskusikan dan cari penyebab masalah
  • periksa 3 kali dahak (SPS) dan lanjutkan pengobatan sementara menunggu hasilnya
    • Bila hasil BTA negatif atau TB ekstra paru: Lanjutkan pengobatan sampai seluruh dosis selesai
    • Bila satu atau lebih hasil BTA positif:
      • Bila lama pengobatan sebelumnya kurang dari 5 bulan : lanjutkan pengobatan sampai seluruh dosis selesai, satu bulan sebelum akhir pengobatan harus diperiksa dahak
      • Bila lama pengobatan sebelumya lebih dari 5 bulan: (a) bila dalam pengobatan kategori-1, ganti dengan kategori-2. (b) bila dalam pengobatan kategori-2, rujuk, mungkin kasus kronik

Tindakan pada pasien yang putus berobat lebih dari 2 bulan (default):

  • Periksa 3 kali dahak (SPS)
  • Diskusikan dan cari penyebab masalah
  • Hentikan pengobatan sambil menunggu hasil pemeriksaan dahak
    • Bila hasil BTA negatif atau TB ekstra paru: Pengobatan dihentikan, pasien diobservasi, bila gejalanya semakin parah, perlu dilakukan pemeriksaan kembali (SPS dan atau biakan).
    • Bila satu atau lebih hasil BTA positif: (a) bila dalam pengobatan kategori-1, mulai dengan kategori-2, (b) bila dalam pengobatan kategpri-2, rujuk, mungkin kasus kronik.

Hasil pengobatan pasien TB BTA positif

  • sembuh: Pasien telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap dan pemeriksaan ulang dahak (follow-up) hasilnya negatif pada Akhir pengobatan (AP) dan minimal satu pemeriksaan sebelumnya negatif.
  • Pengobatan Lengkap: adalah pasien yang telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap tetapi tidak memenuhi syarat sembuh atau gagal.
  • Meninggal: adalah pasien yang meninggal dalam pengobatan karena sebab apapun.
  • Pindah: adalah pasien yang pindah berobat ke unit dengan register TB 03 yang lain dan hasil pengobatannya tidak diketahui.
  • Default (putus obat): adalah pasien TB yang tidak berobat 2 bulan berturut-turut atau lebih sebelum masa pengobatannya selesai.
  • Gagal: pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan kelima atau lebih selama pengobatan

Referensi

Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Edisi 2 Cetakan Kedua. Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2008

Tatalaksana pasien tuberkulosis (TB):

Penemuan Pasien Tuberkulosis (TB)

Diagnosis Tuberkulosis (TB)

Klasifikasi Penyakit dan Tipe Pasien Tuberkulosis (TB)

Pengobatan Tuberkulosis (TB)

Tatalaksana Tuberkulosis (TB) Anak

Pemantauan dan Hasil Pengobatan Tuberkulosis (TB)

Pengobatan Tuberkulosis (TB) pada Keadaan Khusus

Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Penatalaksanaannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s