Pemberian nutrisi pada bayi dan anak-anak saat bencana

Memenuhi kebutuhan nutrisi spesifik pada bayi dan anak-anak, termasuk melindungi, meningkatkan dan mendukung cara-cara pemberian makanannya harus menjadi bagian rutin pada setiap keadaan bencana. Sehingga,

image

Menyusui

Prinsip 1. Bayi yang lahir pada situasi bencana harus tetap diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan awal kehidupannya.

1.1. Harus dilakukan usaha untuk mencari jalan keluar memberikan ASI eksklusif jika ibu biologisnya tidak ada.

Prinsip 2. Harus dibuat lingkungan yang mendukung pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun.

Pengganti ASI

Prinsip 3. Jumlah, distribusi dan penggunaan pengganti ASI pada situasi bencana harus dikendalikan dengan ketat.

3.1. Pengganti ASI harus mencukupi nutrisi bayi, dan diberikan hanya kepada bayi yang memang harus diberikan pengganti ASI.

3.2. Mereka yang bertanggung jawab untuk memberikan pengganti ASI ini kepada bayi harus diberikan pemahaman yang cukup tentang cara yang aman dalam mempersiapkan dan menggunakannya.

3.3.  Pemberian pengganti ASI pada kelompok bayi yang minoritas ini harus tidak mengganggu kampanye pemberian ASI secara mayoritas.

3.4. Penggunaan botol susu atau alat pemberian susu buatan lainnya harus dihindari selama bencana.

Makanan pendamping

Prinsip 4. Untuk mempertahankan pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan, bayi yang berusia lebih dari 6 bulan membutuhkan makanan pendamping ASI yang dipersiapkan secara higenis dan mudah dicerna.

Prinsip 5. Pengasuh diberikan kebebasan memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menyiapkan makanan yang kaya nutrisi bagi bayi di atas 6 bulan yang membutuhkan makanan pendamping ASI.

5.1. Pola makanan yang mencukupi kebutuhan bayi dan balita tidak akan terpenuhi jika makanan dan kebutuhan dasar rumah tangga lain tidak terpenuhi.

5.2. Makanan yang sudah diolah akan lebih membantu, terutama jika sudah diperkaya dengan nutrisi yang dibutuhkan anak dan bayi. Tetapi, hal ini juga tidak dapat mengganggu perolehan bahan-bahan alami lokal.

5.3. Makanan pendamping harus disiapkan dan diberikan secara rutin, konsisten dengan prinsip higenis dan pengolahan yang semestinya.

 

Merawat pengasuh

Prinsip 6. Jumlah pengasuh anak kadang berkurang selama masa bencana karena kadar stress yang tinggi, sehingga perlu usaha meningkatkan kemampuan mengatasi stress bagi pengasuh bayi dan anak-anak.

Melindungi anak

Prinsip 7. Bayi dan anak yang sehat harus dilindungi sehingga nafsu makannya tetap tinggi.

Malnutrisi

Prinsip 8. Status gizi harus dimonitor secara rutin untuk mengidentifikasi kurang gizi pada anak, sehingga dapat segera ditangani dan mencegah kemungkinan buruk berikutnya. Penyebab dasar malnutrisi harus juga dicari dan ditangani.

8.1. Pelayanan kesehatan yang khusus menangani masalah gizi harus tersedia.

Fase akut bencana

Prinsip 9. Untuk mengurangi dampak negatif bencana pada pemberian ASI dan makanan pendamping, intervensi harus segera dimulai. Fokus terutama pada menjaga pengasuh dan akses terhadap bahan-bahan pokok.

Assessment, intervensi dan monitoring

Prinsip 10. Promosi pola pemberian ASi dan makanan pendamping pada bayi dan anak-anak memerlukan pendekatan yang luwes dan monitoring yang berlanjut dan hati-hati.

Referensi

Guiding principles for feeding infants and young children during emergencies. Geneva, World Health Organisation, 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s