Operasi hernia dengan anestesi lokal

Surgical operation for repair of right inguina...
Image via Wikipedia

Jika ada yang pernah membaca bukunya Atul Gawande berjudul “Complication” yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Komplikasi: drama di ujung pisau bedah”, maka pembaca pasti akan menemukan cerita yang menyebutkan tentang penggunaan anestesi lokal untuk operasi hernia (hernia repair). Sebegitu efektifnya tindakan itu, sebagaimana yang diceritakannya, hingga hanya membutuhkan sekitar 30 menit, tanpa infus, dan pasien bahkan dipaksa untuk berjalan kembali ke kamarnya yang terletak di lantai atas. Yang lebih mencengangkan, ternyata tindakan itu dilakukan hanya oleh dokter umum.

Di Indonesia, penyakit ini cukup menimbulkan masalah sosioekonomi yang besar karena sebagian besar tindakan operasi yang dilakukan masih menggunakan anestesi umum atau regional.

Tindakan hernia repair dengan menggunakan anestesi lokal akan menghemat biaya secara signifikan karena tidak memerlukan perawatan pasca operasi dan komplikasi yang dihasilkan cenderung tidak ada perbedaan dengan tindakan yang dilakukan dengan anestesi umum. Keuntungan lain, hasil operasi dengan menggunakan anestesi lokal dapat langsung diketahui dengan meminta pasien yang sadar untuk melakukan uji valsava atau membatukkan diri.

Sebuah penelitian pernah dilakukan oleh dr. Heru Seno Wibowo, Sp.B dalam periode Januari 2007 hingga Juni 2008 di Surabaya untuk mengetahui efektivitas anestesi lokal pada hernia repair.

Hasil penelitiannya, seratus penderita Hernia Inguinalis Lateralis Reponibilis yang masuk dalam kriteria penelitian dilakukan repair hernia dengan menggunakan anestesi lokal tanpa monitor, 91 penderita merupakan hernia pada satu sisi dan 8 penderita hernia bilateral, kesemua penderita belum pernah dilakukan tindakan hernioraphi. 8 penderita memerlukan perawatan setelah tindakan operasi karena berasal dari luar kota sedangkan lainnya langsung bisa pulang setelah evaluasi beberapa jam paska tindakan. Seluruh penderita dilakukan evaluasi setelah 3 bulan baik secara langsung ataupun komunikasi melalui
telepon. Didapatkan 6 penderita mengeluh nyeri karena adanya oedema dan hematom disekitar luka operasi dan menghilang setelah 14 hari perawatan luka. Dari 100 lembaran isian yang kembali berjumlah 79, didapatkan 68 penderita menyatakan setuju dengan prosedur yang telah dilakukan apabila mengalami kondisi yang sama, 5 penderita menolak bila dilakukan prosedur seperti ini bila mengalami kasus yang sama sedangkan 6 penderita menjawab tidak tahu. Hasil penilaian kenyamanan selama tindakan pembedahan ataupun nyeri 10 penderita mengeluh nyeri dan tidak nyaman selama operasi dan 5 diantaranya menyarankan perlu tindakan dan pembiusan dengan cara lainnya. Ketidaknyamanan dan komplikasi setelah operasi didapatkan pada 6 penderita. Evaluasi mengenai biaya dari lembaran isian yang kembali menyatakan sangat membantu karena lebih murah disamping itu juga lebih praktis.

Sumber di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s