Alasan untuk tidak menjadi dokter

Salary Freeze (72/360)
Image by Wondermonkey2k via Flickr

Tidak ada yang berkata bahwa menjadi dokter adalah mudah. Pendidikan dan pelatihan seperti tidak berkesudahan; begitu seorang dokter lulus, jam kerja yang panjang sudah menunggunya, dan mereka berhadapan dengan keputusan antara hidup dan mati setiap harinya.

Tetapi semua itu ada balasannya. Selama bertahun-tahun dokter memiliki gaji yang besar, kemandirian yang tinggi dan penghormatan. Kondisi ini rupanya sudah mulai berubah saat ini. Di Amerika Serikat, jumlah dokter mulai menurun, sebuah buku berjudul Will the Last Physician in America Please Turn Off the Lights: A Look at America’s Looming Doctor Shortage membahas ini. Beberapa alasan yang diungkapkan di antaranya adalah tingginya biaya penanganan malpraktik, tingginya biaya praktik, reimbursement asuransi yang rendah dan beberapa batasan yag ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Di Amerika, sepertiga penduduknya dilindungi oleh asuransi Medicare. Sementara biaya praktik meningkat 20%, pemerintah justru memangkas pembayaran untuk dokter hingga 40%. Dan tampaknya, perusahaan asuransi lain akan mengikuti langkah ini. Seiring biaya praktik yang meningkat, dokter-dokter berusaha menjaring pasien lebih banyak lagi agar pendapatannya tidak turun.

Masalah utama adalah tuntutan secara hukum dari pasien. Tentu saja, dokter yang berbuat kesalahan fatal dan tidak memiliki kompetensi harus bertanggung jawab. Tetapi ada bukti bahwa sebagian besar tuntutan diambil berdasarkan keputusan sembrono. 91% tuntutan justru dimenangkan tertuduh (dalam hal ini dokter). Dari semua tuntutan, hanya 6% yang dapat diajukan ke meja hijau. Di luar itu semua, panjangnya waktu peradilan dan biaya yang dikeluarkan cukup menyita perhatian.

Sumber

 

Reasons Not To Become A Doctor – Forbes.com

5 thoughts on “Alasan untuk tidak menjadi dokter”

  1. itu di amerika, smtr di indonesia smakin bnyk yg bminat jd dokter, dlm 5thn trakhr fak.kedokteran sj udh dibuka baru pada beberapa universitas negri/swasta. Dan lbh ironisnya lagi, gaji PNS DOKTER TDK ADA BEDA DG PEG. PNS lain. Smtr porsi kerja LEBIH hingga 24jam. Dan yg tugas di UGD lbh parah lg. Lalu, apa yg menarik menjadi seorg dokter. Masuk kuliah susah, dlm kuliah susah dan ke5uar kuliah mjd dokter lbh susah lg. Gaji?? PNS gol.3b. Msh berminat jd dokter!?

  2. hehe.. dokter spesialis juga III/b loh kalo masuk PNS baru. bayangin spesialis digaji dibawah 2jt sebulan?
    masih mau jd dokter?
    Indonesia kan plagiator sejati USA. Kita liat aja 5-10 tahun lagi begitu lulusan semakin banyak, jamkesmas lebih sistematis dan tuntutan malpraktik lebih menggila, saya pikir bakal sama aja.

  3. tetap ada kok yang berminat jadi dokter, mungkin dengan dasar pemikiran mengabdi untuk kemanusiaan..
    bukan atas dasar lain..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s