WikiLeaks dan terbongkarnya sistem kesehatan dunia

WikiLeaks
WikiLeaks

Apapun yang dikatakan orang tentang 250.000 dokumen yang dibocorkan oleh situs whistleblower WikiLeaks, ada satu implikasi terhadap keamanan sistem informasi kesehatan dan catatan medis yang juga perlu diperhatikan.

Semua dokter, di seluruh dunia, setiap saat akan selalu menulis informasi medis tentang pasiennya. Semua informasi itu, sejatinya adalah bersifat rahasia, pribadi dan dilindungi oleh hukum.  Kita telah melihat bersama saat ini, dokumen rahasia negara yang paling sensitif pun ternyata masih bisa bocor. Yang lebih parah, negara ternyata tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kebocoran itu.

“By releasing stolen and classified documents, Wikileaks has put at risk not only the cause of human rights, but also the lives and work of the individuals. We condemn in strongest terms, the unauthorized disclosure of classified documents and sensitive national security information.”

Official White House statement yesterday regarding Wikileaks disclosure of diplomatic cables

Berikut beberapa data kesehatan yang dibocorkan lewat WikiLeaks:

AS khawatir terhadap kesehatan Pangeran Saudi

Dalam suatu kabel diplomatik bulan Mei 2009, tertulis bahwa Raja Abdullah yang saat itu sedang menjalani pembedahan tulang belakang di New York mendelegasikan kepemimpinannya terhadap putra mahkota tertuanya Sultan. tetapi ternyata Sultan juga sedang menjalani terapi  kanker di Maroko, dan ternyata Sultan tidak mendelegasikan tugasnya terhadap pangeran yang lain.

AS meragukan kesehatan mental Presiden Argentina

Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, diragukan kesehatan mentalnya setelah meninggalnya suaminya, yang juga presiden sebelumnya, Nestor Kirchner di akhir Oktober 2009. “How does Cristina Fernandez de Kirchner deal with her nerves and her anxiety?,” adalah bunyi pertanyaan itu. Pertanyaan juga mencakup cara pengambilan keputusannya, pengobatan yang dilakukan, serta visi politik ke depannya.

Dokumen yang menyebutkan tentang kesehatan pemimpin Iran dan Korea Utara

Kedua negara itu sebenarnya tidak menjalin hubungan diplomatik dengan AS. Tetapi ternyata ada dokumen yang menyebutkan tentang status kesehatan kedua pemimpin itu. Ayatullah Ali Khomeini, pemimpin keagamaan terbesa di Iran disebutkan menderita kanker stadium terminal dan usia harapan hidupnya tinggal beberapa bulan. Sedangkan dokumen lain menyebutkan bahwa kesehatan Kim Jong Ill ternyata masih baik, sebagai respon dokumen yang menyebutkan harapan hidupnya tinggal tiga sampai lima tahun lagi.

Penurunan kesehatan presiden Ethiopia, Meles Zenawi

Kedutaan Besar AS di Addis Ababa pernah mengeluarkan dokumen tentang status kesehatan presiden Etiopia yang sedang menurun.

Kabel diplomatik menyebutkan kolapsnya sistem kesehatan Venezuela

Beberapa rumah sakit umum tutup, dan dokter-dokternya keluar dari bidang kesehatan dan memulai karir lain atau beremigrasi ke luar negeri. Dikatakan bahwa hal ini disebabkan penerapan sistem kesehatan Presiden Hugo Chaves yang cenderung memakai sistem di negara Kuba. Pejabat militer ditempatkan untuk memimpin rumah sakit, dan beberapa pelayanan kesehatan swasta dinasionalisasi. Kondisi ini bertentangan dengan versi Sosialisme abad 21 milik Chaves yang menyebutkan Venezuela saat ini sedang menikmati kemakmuran.

Ada industri farmasi besar dibalik WHO

The International Federation of Pharmaceutical Manufacturers & Associations (IFPMA) ternyata telah memiliki dokumen WHO yang belum dikeluarkan secara resmi oleh WHO. Dokumen ini menyebutkan bahwa WHO sangat menerima lobi yang dilakukan perusahaan farmasi, sesuatu yang tidak diharapkan masyarakat dunia.

Sikap WHO dalam pandemi flu burung

“Global influenza vaccine manufacturing capacity is insufficient to meet demand in a pandemic and in the absence of a multilateral system of benefit sharing, some Member States, particularly developing countries, can neither afford nor access the vaccines”.

Dengan kata lain, vaksin yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan seluruh dunia, dan negara miskin tidak mendapat tempat di pasar ini. Jutaan orang akan mati jika terjadi pandemi. Negara berkembang dipaksa untuk menerima sistem sharing virus dari WHO. Dan negara kita, Indonesia saat itu telah merasakan ketidak-beresan ini dan melakukan protes terhadapnya dengan menahan pengiriman sampel virus H5N1.[1]

Referensi

Ethiopia’s Meles Zenawi health deteriorating – Wikileaks

US doubted Argentine president’s mental health, Wikileaks reveals

What WikiLeaks Means for Health Care Privacy

wikileaks.org (Last year) – Avian Flu and the WHO

WikiLeaks documents focus on health of leaders in Iran, North Korea

WikiLeaks Embassy Cables Reveal Venezuela’s Health-Care System Collapsing

WikiLeaks: US sought information on Kirchers’ mental health

7 thoughts on “WikiLeaks dan terbongkarnya sistem kesehatan dunia”

  1. sampe sekarang ane lom yakin kalo orang yang mati mendadak di indonesia karena H5N1….ane ditahun 2006-2007 melakukan survey pada 12000responden diwilayah banten…dan hasilnya negative!! sebelumnya saya menjalani seleksi ketat sebagai tenaga teknis UCLA & Rand!!

  2. opo kui UCLA & Rand? Salah satu teorinya karena strain virus H5N1 di Indonesia berbeda dengan yang ditemukan di Cina. Lagian emang diagnosis bandingnya kan banyak banget..

  3. Saya inget, saat itu Bu Siti Fadillah sebagai Menkes menolak mentah-mentah kasih sampel virus H5N1 dari Indonesia ke WHO. Dan Bu Siti dikritik banyak orang coz dianggap nggak mau mendukung riset internasional. Padahal Bu Siti sudah curiga, sampel virus itu akan dipakai buat bahan vaksin, dan ujung-ujungnya vaksin itu akan dijual ke Indonesia dengan sangat mahal. Ini penjajahan ekonomi gaya baru yang sudah melibatkan dunia medis.

    Sekarang baru kita ngerti, bahwa tindakan Bu Siti menolak pengiriman sampel itu memang benar. Dan saya rasa, orang-orang yang mengkritiknya saat itu, sebaiknya sekarang menjilat ludahnya kembali bulat-bulat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s