Terapi non-farmakologis untuk Bell’s Palsy

Berdasarkan komentar di http://wp.me/p13xt1-bn saya mencoba mencari beberapa sumber mengenai terapi non-farmakologis untuk Bell’s Palsy. Berikut hasil yang saya dapatkan:

PATIENT EDUCATION AND REASSURANCE

Inti dari cara ini adalah menjelaskan kondisi yang dialami pasien, penyebab penyakitnya, insidensi, prognosis dan pengobatannya. Reassure pasien, tetapi tetap realistis dan tidak memberikan harapan yang berlebihan. Jika mata pasien mengalami gangguan, beri saran kepada pasien untuk menggunakan tetes mata sebagaimana yang diresepkan oleh dokter. Sarankan juga untuk tidak terpapar cahaya langsung seperti sinar matahari, terlalu dekat dengan televisi atau cahaya kamar yang terlalu kuat. Jika terpaksa, ada baiknya menggunakan kacamata pelindung. Selain itu sarankan juga untuk tidak membaca terlalu lama. Dan hindari kontak langsung dengan pendingin ruangan. Jelaskan kepada pasien bahwa kondisi psikologis dapat berpengaruh terhadap pengobatan, jadi hindari setiap konflik emosional dan cari dukungan untuk setiap masalah yang dihadapi.

ELECTROTHERAPY

Ada beberapa modalitas electrotherapy yang biasa digunakan untuk Bell’s Palsy yaitu: electrical stimulation (ES), electromyography biofeedback (EMG bio), ultrasound, laser dan short-wave diathermy (SWD). Tidak ada bukti yang mendukung kegunaannya pada kondisi akut, tetapi cara ini cukup efektif pada kondisi kronis. Biofeedback lebih efektif jika aktivitas otot masih ada. Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan SWD continues mode, sedangkan pulse mode dapat membantu proses penyembuhan kondisi akut. Laser masih belum memeliki bukti yang mendukung kegunaannya. Ultrasound dapat berguna pada kondisi akut, tetapi efek jangka panjangnya masih belum diketahui. ES dan EMG bio efisien digunakan pada kondisi kronis. Penelitian lain menanggap ES sebagai kontraindikasi karena dapat menghambat reinervasi.

NEUROMUSCULAR RETRAINING / REEDUCATION

Cara ini digunakan untuk mengembalikan pola gerakan wajah yang seharusnya dengan memfasilitasi gerakan yang simetris dan mengendalikan aktivitas motorik yang tidak diinginkan (sinkinesis). Reedukasi pasien adalah aspek yang paling penting pada proses ini. EMG bio dapat membantu feedback sensorik. Saat setiap kelompok otot diperiksa, pasien mengamati gerakan otot melalui cermin dan diperintahkan untuk melakukan gerakan yang simetris. Jika pasien sudah mengenali area spesifik yang mengalami disfungsi, latihan dapat terus diulangi (repetisi) dan ditingkatkan. Gerakan harus dimulai secara bertahap, dari lambat kemudian cepat, dari tanpa hambatan kemudian diberi beban.

MANUAL MASSAGE

Pijatan dapat digunakan bersama modalitas lain. Manipulasi pijatan pada wajah di antaranya: effleurage, finger or thumb kneading, wringing, hacking, tapping, stroking.

KABAT REHABILITATION

Kabat rehabilitation adalah teknik rehabilitasi kendali motorik yang berdasarkan pada propioceptive neuromuscular facilitation (PNF). Terapis membantu kontraksi volunter dari otot yang mengalami gangguan dengan streching kemudian menghambatnya sambil memotivasi pasien melalui verbal dan kontak manual.

SUMBER:

http://docdroid.net/96n

http://t.co/ULzNiEz

http://goo.gl/JqNtR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s